Jumat, 10 Januari 2020



"Pemikiran diri sendiri 8"

Setelah tanda koma pasti ada kata-kata.
Setelah konflik pasti ada penyelesaian.
Setelah semua'a selesai pasti ada yang terbaik.

Mencari yang sempurna dari yang sempurna.

Semua presepsi di atas adalan awal untuk kita mencari, jangan puas dan jangan kecewa jika baru sekali saja mencoba, di semua usaha pasti ada yang lebih baik lagi dari sebelum'a sampai kita mendapatkan yang terbaik.
-
Jikalau gagal kita bisa mencoba'a dari awal, dan sangat tidak relefan jika memulai'a kembali dari tengah-tengah permainan, dari situ kita tidak bisa merasakan adrenalin yang terpacu, bagai mana rasa'a berusaha dan gagal sampai bawah jurang dan berusaha bangkit kembali.

Jadi perbaiki kehidupan mu dari yang sebelum'a, maka kalian kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik di kemudian hari. Dan jangan kita menyerah dengan usaha yang gagal dan tenggelam di jurang kegagalan yang gelap, hening, sepi yang suram, karna hanya orang bodoh lah yang  nyaman berada di dalam'a.

Inti dari semua'a adalah, jangan menyerah, dan jangan terlalu larut di dalam kenyaman yang dulu sudah d bentuk, sampai kenyamanan itu sirna akibat sebab dan akibat yang tidak di ketahui. tetap berusaha sampai kegagalan itu menengok kita dan pergi meninggalkan angan-angan di fikiran kita.

Tenang masih banyak yang lebih berat permasalahan'a dari kita, ini hanya sebuah keluh kesah dari seorang manusia yang entah ingin menyalurkan fikiran'a kepada siapa.


"BERSETAN DENGAN KEGAGALAN DAN KEPUTUS ASAAN"
Terkadang memang seperti itu


Jumat, 03 Januari 2020

"Pemikiran diri sendiri 7"

Sunyi ini merdu seketika.

Lebih nyaman dalam kesendirian walau itu kadang membuat gusar akan keada"n. Ya gusar itu terbentuk akibat fikiran yang terlalu kotor akan aneh'a kehidupan yang berjalan selama ini. Entah kenapa fikiran itu datang begitu saja dan membuat diri haus akan permasalan universal tentang dia dan aku, aku dan kamu, kamu dan mereka, mereka dan kalian, kalian dan tentang semua semua permasalan yg ada.

Ya kita kembali lagi bicara tentang si aku, belakangan ini si aku sudah jarang muncul di fikiran ku, apa mungkin si aku ini sudah pasrah akan kehidupan'a, atau mungkin si aku sedah nyaman di kehidupan'a ?. Ya sudah lah jikalau si aku tidak ingin bertegur sapa dengan diri ku. aku pun juga sudah mulai menerima sedikit demi sedit keada'n sekarang ini, walau terkadang masih terbesit fikiran kotor tentang kalian di sekitar.

Hidup di kesunyian terkadang membuat diri berasa lebih berjalan normal seperti manusi normal lain'a, dan tidak ada fikiran radika tentang mereka lagi, tapi terkadang membuat ku sedikit bosan tentang kehipan yang kurang keritis akan dunia.

Terkadang aku sangat menikmati tentang kehidupan yang keritis akan dunia, ya itu obrolan yang sangat fasih dalam celotehan ku saat berdiskusi, dan terkang kita berargumen sampai ayam berkokok di waktu'a, obrolan itu berhubungan dari alinea satu ke yang lain'a, entah kenapa obrolan kita sampai selarut itu, mungkin kita yang dulu masih haus akan ilmu yang tabu, atau mungkin kita yang terlalu berfikir kotor, hemmm ya sudah lah semua'a sudah meredup.

Oke fine aku mulai membentuk jatidiri yg baru tentang sunyi yang menjadi merdu akan kehidupan dan singkron terhadap fikiran.


"SUNYI YANG MENJADI MERDU"
Aku yang berdiri sendiri