"Pemikiran diri sendiri 10"
Lucu sangat jika kita bicara tentang hati.
Mendung pun mulai menyelimuti langit, di susul rintik hujan yang mengikutinya tak kala langit semakin menghitam, di kebanyakan stuasi seperti ini banyak dari mereka terbawa dalam larutnya riktik hujan yang semakin intens membawa pasukanya.
Tetapi berbanding terbalik dengan ku, yang setiap saat berada di situasi seperti ini, yang selalu membayangkan, hari dimana umur menua ku dipenuhi dengan ketenangan, kesunyian yang menenangkan jiwa, karna di masa di mana jiwa ini masih menggebu gebu begitu kerasnya untuk memenuhi hasrat duniawi yang tidak ada habisnya, aku pun juga tidak sadar sampai sebegininya aku menguluh uluhkan diri ku di dunia, sampai raga ini merasa ingin pulang, dan pasti sang pencipta pasti mempersilakan jiwa ini untuk pulang dengan tenang, tetapi di lain sisi aku masih memikirkan orang terpeduli di samping ku, sungguh bimbang diri ini, dasar si aku yang masih labil.
Maaf, diri ku yang suka berbelok arah saat berdongeng.
Oke, kita kembali lagi ke konteks yang utam, mahluk pecicilan yang disebut hati (Garis wahtu-Fisra Besari), ya kutipan dari si bung ini didalam pemikiran ku ialah cinta yang terlefleksi oleh otak kita, kalau fungsi dari hati itu sendiri menurut saya organ yang menyaring racun di tubuh manusia, dan saya masih sangat tidak faham mereka yang selalu menyebut hati sebagai dari rasa cinta manusa terhadap mausia lain, yang lebih masuk logika ku ialah fikiran yang selalu membayangkan dia dengan liar, ya karna fikiran lah yang membuat semua itu menjadi indah, dan jantung yang menerima komplikasinya, karna ia yang memacu darah dan membuat dirinya menjadi berdebar keras.
Ya, sampai sini aku hanya ingin memberi tahu, bawa aku sedang memikirkan betapa liarnya kau di fikiran ku dikala rintikan hujan membabibuta menerjang atap rumah ku.
MAHLUK ASTRAL YANG BELUM KU MENGERTI
![]() |
| Merasakan |

