Kamis, 27 Februari 2020


"Pemikiran diri sendiri 10"

Lucu sangat jika kita bicara tentang hati.

Mendung pun mulai menyelimuti langit, di susul rintik hujan yang mengikutinya tak kala langit semakin menghitam, di kebanyakan stuasi seperti ini banyak dari mereka terbawa dalam larutnya riktik hujan yang semakin intens membawa pasukanya.

Tetapi berbanding terbalik dengan ku, yang setiap saat berada di situasi seperti ini, yang selalu membayangkan, hari dimana umur menua ku dipenuhi dengan ketenangan, kesunyian yang menenangkan jiwa, karna di masa di mana jiwa ini masih menggebu gebu begitu kerasnya untuk memenuhi hasrat duniawi yang tidak ada habisnya, aku pun juga tidak sadar sampai sebegininya aku menguluh uluhkan diri ku di dunia, sampai raga ini merasa ingin pulang, dan pasti sang pencipta pasti mempersilakan jiwa ini untuk pulang dengan tenang, tetapi di lain sisi aku masih memikirkan orang terpeduli di samping ku, sungguh bimbang diri ini, dasar si aku yang masih labil.

Maaf, diri ku yang suka berbelok arah saat berdongeng.

Oke, kita kembali lagi ke konteks yang utam, mahluk pecicilan yang disebut hati (Garis wahtu-Fisra Besari), ya kutipan dari si bung ini didalam pemikiran ku ialah cinta yang terlefleksi oleh otak kita, kalau fungsi dari hati itu sendiri menurut saya organ yang menyaring racun di tubuh manusia, dan saya masih sangat tidak faham mereka yang selalu menyebut hati sebagai dari rasa cinta manusa terhadap mausia lain, yang lebih masuk logika ku ialah fikiran yang selalu membayangkan dia dengan liar, ya karna fikiran lah yang membuat semua itu menjadi indah, dan jantung yang menerima komplikasinya, karna ia yang memacu darah dan membuat dirinya menjadi berdebar keras.

Ya, sampai sini aku hanya ingin memberi tahu, bawa aku sedang memikirkan betapa liarnya kau di fikiran ku dikala rintikan hujan membabibuta menerjang atap rumah ku.

MAHLUK ASTRAL YANG BELUM KU MENGERTI

Merasakan


Selasa, 11 Februari 2020


"Pemikiran diri sendiri 9"

Merasa berbeda atau memang berbeda dengan yang lain.

Ya, kita manusia di tuntut seragam dengan mereka yang kebanyakan, bukanya aku kamu dia mereka kalian diciptakan dengan pemikiran yang beragam, tetapi entah mengapa di kehidupan yang thereal ini aku kamu dia mereka kalian di tuntut untuk seragam.

Apa hanya pemikiran kotor ku saja yang selalu berfikir kotor tentang kalian yang seragam. bersetan dengan kalian yang seragam, seharusnya akan lebih indah jika aku kamu dia mereka kalian mempunya warna tersendiri di kehidupan masing masing.

Ohh ya aku baru faham, Ego kita yang menggiring agar kita berseragam, karna sangat tidak etis di mana kebanyakan kita memakai baju biru tetapi kita sendiri menggunakan baju yang berbeda, tetapi menurut saya sangat tidak asik manusia yang hidup semacam itu, tetapi mau bagai mana lagi, aku kamu dia mereka kalian sudah di giring dengan Ego yang cukup besar.

Jikalau kita berbicara dengan Ego, apa itu sifar alami manusia, menurut saya tidak, karna sifat alami manusia itu hanya serakah dan tidak mau diatur (liar), apa seiring berjalannya waktu sifat alami manusia bertambah, hahaahah aku berfikir sejauh itu, lucu memang jika kita berbicara tentang homosapien satu ini, ada banyak ketidak terdugaan yang masih belum aku pahami.


JANGAN TAKUT BERBEDA DARI KEBANYAKAN HOMOSAPIEN

Seragam